Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Belajar SEO 2025: langkah demi langkah menaklukan algoritma Google

Menumpuk keyword sudah tidak berguna lagi. Di era SEO modern ini, Google sudah mengerti context dari apa yang Anda tulis. Konten berkualitas menjadi faktor paling penting. Tetapi seperti apa konten yang berkualitas itu?

Table of Contents

Saya mulai mempelajari bagaimana SEO bekerja sekitar tahun 2014. Ketika itu algoritma Panda dan Penguin sedang hot-hotnya.

Saat itu, yang saya tahu tentang SEO se-sederhana backlink dan penempatan keyword. Terkadang, saya beruntung mendapatkan posisi pertama untuk keyword tertentu, terkadang juga tidak.

Jika dihitung-hitung, hingga saat ini, sudah 10+ tahun lebih saya mengikuti SEO.

Lantas apakah saya sudah jago SEO?.

Tidak, tidak sama sekali.

Sampai sekarang saya masih belum benar-benar mengerti bagaimana suatu website bisa menempati no.1 di SERP. Saya hanya tebak-tebak kucing, oh karena A, oh karena B. Saya aplikasikan, selanjutnya saya hanya ber-doa.

Tetapi jangan salah paham, saya adalah orang-orang yang percaya jika yang muncul di posisi 1 adalah untuk website yang bermanfaat bagi pencarinya

…Google dengan sedemikian algoritma-nya tentu memiliki perhitungan di belakangnya (setidaknya tahun 2025).

Sebelum Anda belajar SEO 2025, ini pengakuan saya

Saya mengikuti SEO sudah lebih dari 10+ tahun. Saya masih ingat jika SEO itu sesederhana memasukan keyword di artikel yang saya tulis. Apakah itu di judul, body, atau di meta description.

Kira-kira formulanya seperti ini:

  • Saya tulis artikel yang cukup panjang, sekitar 500-800 kata. Semakin panjang semakin bagus.
  • Tulis keyword di awal paragraf.
  • Tulis keyword di title, h1, dan h2.
  • Tempatkan keyword tiga kali di artikel yang saya tulis, yang ke tiga mention di akhir paragraf.
  • Tempatkan gambar dan alt keyword pada gambar.
  • Selanjutnya, kita tinggal adu banyak-banyakan backlink untuk mendongkrak agar artikel kita muncul di halaman pertama Google.

Formula ini bertahan cukup lama, dari 2010 sampai 2018, gitu-gitu saja (2019 sampai 2022 saya hiatus blogging).

Dan sekarang, 2025. Cara itu sudah tidak bisa lagi digunakan. Google lebih mementingkan expertise dan authority dari web (E-E-A-T).

Tentu, keyword masih digunakan. Tetapi hanya sebagai entry. Spam keyword tidak akan bekerja di 2025. Setidaknya menurut panduan SEO google ini.

Nah, di postingan ini. Saya ingin mencoba menuliskan apa yang saya pelajari terkait SEO di 2025 menurut panduan SEO Google tersebut. Blog ini juga menjadi sarana eksperimen saya untuk me-ngetest teori-teori tersebut.

Jadi, jika Anda belum subscribe, silakan subscribe. Saya tuliskan updatenya di email-list blog Titiknadi.

Standar konten SEO 2025

Mari kita berangkat dari panduan Google terkait SEO. Di halaman Google Search Central, Google menulis seperti ini:

  1. Create helpful, reliable, people-first content.
  2. Use words that people would use to look for your content, and place those words in prominent locations on the page, such as the title and main heading of a page, and other descriptive locations such as alt text and link text.
  3. Make your links crawlable so that Google can find other pages on your site via the links on your page.
  4. Tell people about your site. Be active in communities where you can tell like-minded people about your services and products that you mention on your site.
  5. If you have other content, such as images, videos, structured data, and JavaScript, make sure you’re following those specific best practices so that we can understand those parts of your page too.
  6. Enhance how your site appears on Google Search by enabling features that make sense for your site.
  7. If you have content that shouldn’t be found in search results or you want to opt out entirely, use the appropriate method for controlling how your content appears in Google Search.

High quality contents

No. 1 dan no. 6, memberikan informasi bahwa konten yang kita tulis harus memberikan manfaat pada pembaca. Pembaca harus merasakan manfaat tersebut.

…tentu, ini tidak mudah.

Jika sebelumnya, SEO quality content bisa diakali dengan membuat tulisan yang panjang, terlepas apakah memberikan manfaat atau tidak. SEO 2025 kita perlu memikirkan, apakah tulisan kita bisa solving permasalahan pembaca atau tidak.

Note, di sana tidak dituliskan berapa panjang atau tidaknya tulisan. Yang di highlight adalah berguna atau tidak bagi pembaca.

Artinya, post processing tulisan akan berlangsung secara terus-menerus. (Baca: Content is King, SEO is Kong, King Kong dong?)

Lebih detail lagi, Google bahkan bisa mengkategorikan kualitas dari tulisan rendah sampai tulisan dengan kualitas tertinggi.

Gambar ini menampilkan bagian dari panduan penilaian kualitas halaman web. Panduan ini menjelaskan langkah-langkah untuk mengevaluasi kualitas halaman web, dengan penekanan pada identifikasi konten yang berbahaya.
Gambar ini menampilkan bagian dari panduan penilaian kualitas halaman web. Panduan ini menjelaskan langkah-langkah untuk mengevaluasi kualitas halaman web, dengan penekanan pada identifikasi konten yang berbahaya.

Page optimization

No. 2, no. 5, dan no. 6, adalah tentang on-page SEO. Bagaiman cara kita menempatkan keyword di konten kita.

Penulisan SEO dimulai dari pencarian kata kunci, content planning, drafting, menulis konten-konten yang relevan dengan kata kunci tersebut, dan tentunya pastikan jika tulisan tersebut bisa di-crawl dan dimengerti oleh Google.

SEO Schema.org setting akan membantu Anda untuk memberikan formatting yang sesuai yang bisa dimengerti oleh Google. Apakah webpage Anda tentang event, review, kuliner, atau tulisan.

Untuk bagian tulisan. Jika Anda memakai WordPress/ClassicPress dengan tema Mitosis, Anda bisa memilih jenis konten seperti apa, apakah itu Blog Post, News Article, atau Technical Article.

External optimization

Sisanya no. 3, no. 4, dan no. 7 adalah tentang external SEO. Bagaimana caranya agar web page Anda bisa di temukan oleh Google?

Di poin No. 3 secara eksplisit menyebutkan jika backlink/internal link itu masih perlu, tetapi sebagai cara agar Google bisa crawl web page Anda.

Di bagian external, saya hanya set and forget saja. Jika saya sudah menulis semaksimal mungkin, sisanya tinggal me-masarkan konten saya ke berbagai channel, apakah itu email, social media, atau guest post.

Tentunya untuk mendapatkan feedback loop. Bagi saya, tujuan dari feedback loop ini adalah untuk mencapai goal dari no. 1, membuat konten yang bisa membantu pembaca…

…Ingat, apa yang kita tulis dan harapkan bermanfaat bagi pembaca, belum tentu bermanfaat atau sesuai dari intent pembaca.

Seperti apa format konten SEO yang terstruktur?

Asumsinya, konten kita sudah di-crawl dan di index Google. Masalahnya, kok tidak muncul di halaman pertama Google?

Menurut Google, alasannya adalah quality content.

Pertanyaannya sekarang, bagaimana cara google men-judge apakah suatu konten berkualitas atau tidak?

Jawabannya adalah dengan tulisan yang terstruktur.

Untuk menulis tulisan yang terstruktur, penulis harus tahu tujuan apa yang hendak ingin dicapai dari tulisan. Sebuah tulisan yang terstruktur, setidaknya memenuhi hal berikut:

Search intent

Rasanya mustahil bagi kita untuk mengakali google agar bisa mendapatkan posisi SERP yang tinggi dengan cara menulis keyword-keyword secara random.

Dalam panduan SEO Google, Google dengan jelas menyebutkan bahwa faktor paling penting yang membuat halaman masuk ke posisi SERP yang tinggi adalah tulisan yang berkualitas.

Contoh perbandingan konten berkualitas dan konten asal-asalan menurut Google. Anda bisa membacanya di bab 7 dari search quality rating Google.
Contoh perbandingan konten berkualitas dan konten asal-asalan menurut Google. Anda bisa membacanya di bab 7 dari search quality rating Google. (MC: Main Content)

Untuk menulis tulisan yang berkualitas, kita harus tahu search intent apa yang pembaca hendak cari.

Apa yang pembaca harapkan ketika mencari sesuatu di Google? Apalah mereka mencari informasi pendukung (informational intent) atau mencari sesuatu untuk dengan tujuan untuk membeli barang/jasa (transactional intent)?

Konten-konten di Titiknadi contohnya, kebanyakan adalah tutorial dan hobi. Informasi-informasi ini saya tujukan untuk membantu saja informational intent.

Beda halnya jika Anda mencari review atau harga barang, maka intensinya sudah menjadi transactional intent.

Secara struktur, konten-konten informational dan transactional akan ditulis dengan cara yang berbeda.

Bagaimana Google mendeteksi apakah intensi pencari terpenuhi?

Jawabannya ada di berapa lama pembaca menghabiskan waktunya di konten Anda. Metrik ini bisa dikenal dengan dwell time dan bounce rate.

Jika pembaca tersebut menghabiskan waktu yang cukup lama (tidak langsung keluar), bisa di asumsikan jika konten tersebut memenuhi apa yang pembaca cari. Dan ini masuk ke kategori high quality konten yang Google maksud.

Gunakan keyword yang sesuai

Menurut Google, jika keyword tidak sesuai dengan konten yang Anda tulis, konten ini masuk ke dalam kategori low quality content.

Jika Anda mencoba cara-cara spam keyword seperti dulu, jangan harap bisa mendapatkan traffic dari SEO. Untuk SEO 2025, keyword hanyalah sebagai entry. Keyword yang banyak tidak akan menjamin web Anda ada di posisi pertama Google.

Keyword hanyalah sebagai entry. Gunakan keyword yang jelas dan sesuai dengan konten yang ditulis.
Keyword hanyalah sebagai entry. Gunakan keyword yang jelas dan sesuai dengan konten yang ditulis.

Di tahun 2025, Google tidak hanya scan konten Anda, tetapi Google mengerti apa yang Anda tulis, apa context dari tulisan tersebut. Apakah berhubungan dengan keyword atau tidak.

Dari panduan Google bahkan disebutkan. Web dengan topik yang yang berkaitan, akan membantu konten-konten di web itu untuk perform secara SEO.

Menurut pengalaman saya, dulu di tahun 2014, keyword yang disisipkan di anchor link sudah cukup untuk mendongkrak posisi SERP. Terlepas apakah konten tersebut berhubungan dengan keyword anchor link tersebut atau tidak.

Di tahun 2024, Google mulai mengerti arti dari keyword secara semantik dan apa inten user dari keuword tersebut. Jadinya tidak cukup core keyword saja, untuk perform kita bisa menambahkan keyword-keyword berikut:

  • LSI keyword, (Latent Semantic Indexing): Keyword yang sangat relevan dengan konten yang kita tulis.
  • Long tail keyword: Keyword dengan meaning yang lebih broad dari keyword utama konten kita.

Title dan subheading yang sesuai dengan tulisan

Title adalah headline pertama yang dilihat pembaca ketika menemukan page kita di search result. Suka tidak suka, title ini menjadi hook bagi user. Meskipun konten yang kita tulis sangat bagus, jika hooknya kurang, sangat disayangkan…

Page yang Anda tulis berpotensi kehilangan pengunjung.

Jadi, headline itu sangat penting. Penting bagi kita untuk menulis headline yang emosional, headline yang bisa membuat pembaca penasaran.

Di sini disebutkan 30+ formula menulis headline yang SEO.

Tiga contoh format headline yang saya suka:

  • [Number] Lessons I Learned From
  • Here’s a Quick Way to [solve a problem]
  • [Adjective] & [Adjective] [What You Are / SEO Keyword Phrase] That Will [Highly Desirable Promise of Results]

Kesimpulan

Tulisan ini hanyalah awal dari perjalanan kita belajar SEO 2025. Seperti yang saya sebutkan di awal, blog Titiknadi ini juga menjadi tempat eksperimen saya untuk menguji teori-teori SEO terbaru.

Mempelajari SEO itu seperti maraton, bukan sprint. Dari pengalaman saya selama 10+ tahun, satu hal yang pasti adalah SEO akan terus berubah. Algoritma Google akan terus berkembang, dan kita sebagai praktisi SEO juga harus terus beradaptasi dan belajar.

Saya percaya, kunci sukses di SEO 2025 adalah terus belajar, bereksperimen, dan berbagi knowledge. Mari kita bangun komunitas yang saling mendukung dan membantu untuk memahami seluk beluk SEO di era algoritma yang semakin pintar ini.

Saya sangat menantikan feedback dan komentar dari teman-teman pembaca. Bagaimana pandangan Anda tentang SEO 2025? Apa strategi yang sedang Anda coba? Mari kita diskusikan di kolom komentar!

Dan tentunya, jangan lupa subscribe untuk mendapatkan update eksperimen SEO saya dan tips-tips blogging lainnya.

Suka topik ini?

Subscribe email Titiknadi.com untuk mendapatkan update mingguan tulisan-tulisan dari blog ini langsung ke email Anda.

We won't send you spam. Unsubscribe at any time.

delivery man

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *