Jangan lupa, 10 hal wajib dilakukan setelah bikin blog

Blog ini baru saja dibuat 🥳🥳🥳. Sebagaimana blog baru, blog ini masih sangat sepi. Tulisannya masih sedikit. Banyak space kosong yang seharusnya bisa saya isi dengan widget.

Dikepala saya, sebenarnya yang ingin saya lakukan sangat banyak untuk blog baru ini. Ganti tema, menulis tutorial, buat struktur category dll. 🧐

Nah, tetapi sebelum ke sana, sebnarnya masih ada hal basic yang wajib dilakukan sebelum blog ini mendapatkan trafik.

Karena jika terlambat, dan sudah terlanjur mendapatkan banyak trafik. Kita akan sangat sulit untuk menganalisis apa yang sebenarnya terjadi.

Setidaknya ada dua tujuan:

Pertama, untuk membuat blog ini lebih ramai lagi dengan cara menganalisis data-data yang masuk, seperti apa tulisan yang disukai pembaca, apa tulisan yang paling dicari pembaca, apa demografi pembaca, dsb.

Kedua, untuk melindungi blog jika terjadi hal-hal yang tidak diharapkan. Contohnya jika dihack atau terjadi serangan.

Lebay ya? tetapi memang begitulah kenyataannya. Pengalaman saya menunjukan, saya pernah menyesal tidak melakukan 10 aksi ini lebih awal.

Kedua hal tersebut sangat mungkin terjadi jika kita terlambat melakukan 10 aksi ini.

#1 Ganti title dan description blog

Saya rasa teman-teman blogger tidak akan lupa hal ini. Setelah membuat blog biasanya kita langsung mengganti title blog beserta deskripsinya. Title dan deskripsi blog merupakan identitas yang membedakan blog kita dengan blog yang lainnya.

Contohnya seperti blog ini, titlenya adalah Blogging with Nadiar. Tujuannya jelas untuk mengajak pembaca blogging.

Di WordPress, untuk mengatur title dan description cukup dengan mengunjungi Settings > General.

gambar 1. Settings > General

#2 Setup permalink

Permalink adalah link tulisan blog. By default format permalink WordPress menggunakan query param. Bentuknya yang seperti ?p=1.

Terus kenapa?

Default permalink query param ini buruk. Karena susah di-simpan oleh google. Selain itu, secara kaidah SEO juga tidak bagus karena tidak mengandung keyword dalam link.

Bayangkan jika tulisan “A” di blog kita viral dan sudah di crawl google. Kita sudah pasti terlambat mengganti permalink.

Kita mendapatkan dilema. Jika mengganti permalink tulisan “A” yang viral tersebut tidak akan bisa diakses lagi. Tetapi postingan lainnya mendapatkan SEO yang bagus.

Sebaliknya, jika kita tetap dengan permalink tersebut. Tulisan lain yang tidak seviral tulisan “A”, akan mendapatkan kesempatan lebih baik untuk mendapatkan trafik.

Untuk mengganti permalink di WordPress caranya dengan mengunjungu Settings > Permalinks.

Permalink yang terbaik untuk SEO adalah Post name. Permalink ini akan membuat postingan blog kita memiliki link yang mirip dengan title.

gambar 2. Settings > Permalinks

#3 Ubah timezone dan bahasa

Ketika buat blog untuk pertama kalinya, biasanya blog tersebut mengikuti timezone UTC.

By default, bahasa yang dipakai juga adalah bahasa Inggris.

Jika blog Anda berbahasa Indonesia, tentunya Anda harus memberi tahu Google. Hal ini penting untuk SEO.

Pun, timezone mungkin tidak begitu terlihat pengaruhnya untuk pengunjung. Pengunjung blog bahkan mungkin tidak peduli dengan timezone yang digunakan pada blog.

Tetapi ada scenario ketika kita membuat postingan terjadwal misalnya. Kita rutin mempulish postingan pada jam 9 pagi UTC misalnya. Tetapi karena timezone yang tidak sesuai dengan pembaca, ada resiko pembaca bingung.

Tentu kita tidak ingin membuat pembaca kita bingung. Dengan timezone yang tidak sesuai beresiko membuat ke-salah pahaman.

Di WordPress, setting timezone bisa kamu ubah melalui Settings > General > Timezone. Kamu bisa merubahnya dengan timezone Jakarta.

Untuk bahasa Settings > General > Site Language.

Perubahan bahasa akan membuat tampian Admin WordPress Anda memakai bahasa yang Anda pilih.

Jika Anda tetap ingin membuat Admin berbahasa Inggris, tidak mengikuti bahasa front-end atau theme. Anda bisa masuk ke Users > Profile. Pada bagian bahasa, silahkan pilih bahasa Inggris.

#4 Buat sitemap

Sitemap adalah format standard yang dipakai untuk menunjukan konten-konten apa saja yang terdapat pada blog kita agar bisa di index oleh mesin pencari.

Gampangnya, sitemap membantu blog kita masuk Google lebih cepat.

Setiap kali kita membuat tulisan baru, atau bahkan update tulisan. Sitemap akan memberi tahu google bahwa ada tulisan baru di blog kita.

Sayangnya, WordPress tidak memberikan fitur ini secara default.

Tetapi kita bisa menginstall plugin sitemap tambahan seperti XML Sitemaps. Saya sendiri memakai sitemap bawaan dari plugin Jetpack.

gambar 3. Setting Sitemaps di Plugin Jetpack

Anda dapat membaca bagaimana cara membuat sitemap dan mendaftarkannya ke Google Search Console.

#5 Buat meta title dan description

Meta title dan meta description merupakan hal yang penting. Dengan title dan meta description yang tepat pada setiap tulisan blog. kita bisa mendapatkan trafik yang tinggi dari mesin pencari.

Lagi-lagi, WordPress tidak memberikan fitur ini by default.

Ada banyak plugin yang bisa dipakai untuk membuat title dan meta description pada setiap postingan kita.

Beberapa yang paling disukai diantaranya Yoast SEO dan All In One SEO Pack.

Tetapi saya sendiri memakai Jetpack dan dari theme bawaan dari Genesis.

#6 Install Google Analytics

Untuk membuat keputusan yang tepat, kita memerlukan data yang akurat sebanyak mungkin.

Dengan menginstall Google Analytis sejak hari pertama membuat blog, ini akan sangat membantu.

Anda dapat mengikuti tutorial step-by-step cara menginstall Google Analytics 4 di WordPress

Tanpa data, kita tidak akan tahu apa yang terjadi di blog kita…

..seperti apa demography pengunjug, apa saja yang pengunjung cari, di mana pengunjung keluar dari blog kita, dll.

Google Analytics meskipun gratis, sudah sangat powerfull untuk membantu kita mengumpulkan data seputar blog kita.

#7 Listing di Google Search Console

Kita sudah tahu seberapa penting sitemaps pada blog. Lalu bagaimana sitemaps memberi tahu mesin pencari? dalam hal ini Google.

Jawabannya dengan Google Search Console.

Kita memberikan link sitemaps blog kita pada Google Web Console. Selanjutnya tinggal urusan Google Search Console.

Dengan listing di Google Search Console blog kita akan lebih cepat masuk SERP Google.

Tapi gaimana caranya bang? Saya akan membahasnya di: cara menambahkan sitemap di Google Search Console.

gambar 4. Tampilan Sitemaps pada Google Search Console

#8 Setup spam protector

Spam artinya pesan yang tidak diinginkan, biasanya isinya promosi atau iklan. Nah, WordPress memiliki kolom komentar yang di sana kita bisa menulis apa saja. Kita bisa menyisipkan gambar bahkan link.

WordPress juga memiliki fitur moderasi. Setiap komentar yang masuk bisa kita filter apakah bisa dimunculkan atau tidak.

Tetapi bagaimana jika tulisan kita viral dan banyak sekali komentar yang masuk. Karena itu, tidak mungkin ke melakukan moderasi satu per satu.

Karena itu fitur spam protektor bisa menjadi solusi. Dan fitur moderasi bisa kita matikan.

WordPress sendiri by default tidak memiliki spam protector. Tetapi di install dengan plugin bawaan Akismet Anti-Spam.

gambar 5. Statistik spam dari Akismet

#9 Setup caching

Jika Anda seperti saya, menginstall WordPress di server yang sifatnya masih berbagi resource. Seperti shared hosting atau sejenisnya. Suatu saat mungkin ada masanya, ketika trafik mulai tinggi dikit, blog kita akan terasa lebih lambat.

Terasa lambat ini wajar, karena trafik yang banyak tersebut meminta resource ke server. Dan server tidak memberikan response secepat ketika trafiknya masih sedikit.

Bagaimana solusinya?

Kita bisa memakai plugin caching. Caching bekerja dengan cara membuat request yang masuk tidak langsung meng-query ke database. Di mana ini akan sangat mahal.

Caching akan membuat static file dari halaman yang diakses oleh pengunjung. Sehingga pengunjug lain dapat mengakses halaman yang sama jauh lebih cepat.

Ada banyak plugin caching WordPress. Tetapi yang paling saya suka W3TotalCache. Namun, jika Anda memakai LiteWebServer. Anda bisa mencoba LiteSpeed Cache, plugin LiteSpeed sangat dioptimasi untuk LiteWebServer.

Di blog ini, saya memakai LiteSpeed cache.

#10 Setup backup berkala

Backup artinya kita punya copy data dari blog yang kita punya, isinya seperti database dan file-file pendukung lainnya.

Kenapa backup ini penting?

Bayangkan jika terjadi server yang kita gunakan down, dan tidak hidup lagi. Tentu kita tidak mau jika blog kita hilang begitu saja.

Dengan adanya salinan blog, jika hal itu terjadi kita bisa pindah ke server lain.

Backup biasanya dilakukan secara berkala, semakin sering Anda men-update blog. Sejatinya update juga semakin sering.

Normalnya backup dilakukan satu hari sekali.

Ada banyak plugin backup yang tersedia. Saya sendiri memakai plugin berbayar, VaultPress. Harganya 5 USD per bulan.

Apa selanjutnya?

Masih banyak PR yang perlu diselesaikan setelah kita melakukan 10 hal di atas. Tetapi setidaknya kita sudah bisa nyaman menulis.

Langkah-langkah selanjutnya bisa dikatakan optional. Seperti optimasi gambar, optimasi theme, dll.

Tulisan ini masih belum selesai, selanjutnya saya akan membahas lebih detail dari setiap poin-point di atas. Yang pasti tujuan akhirnya adalah agar blog yang kita bangun bisa lebih baik lagi, dari sisi performa ataupun non-teknis.

Jangan lupa untuk subscribe ke email list blog ini, saya akan memberi tahu Anda setiap langkah detail di atas. Happy blogging 🎉

Tinggalkan komentar